Latest from my journal

Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

senyumin ajaa :)

"La Takhaf Wa La Tahzan, Innallaha Ma'ana.

Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih, Sesungguhnya Allah Bersama kita"

Kehidupan yang kita jalani akan terus menghadapkan kita pada suatu pilihan. Memilih untuk tetap diam, terus maju atau bahkan memilih untuk mundur. 

Kadang kita lebih mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Ingin "tetap disana" tapi sebenarnya yang kita butuhkan "bukan disana". 
Lalu apa yang sebaiknya aku pilih???
Kala itu aku memilih untuk tetap diam, karena aku berpikir bahwa tidak ada pilihan lain. Ternyata itu salah. Karena sebenarnya itu hanyalah pikiran negatif yang muncul ketika rasa takut lebih kuat dari rasa keberanian dan  keraguan lebih besar dari keyakinan.

Sebuah masalah bukanlah untuk dihindari tetapi dihadapi. Memang pada kenyataannya berkata lebih mudah dari bertindak. Tapi tidak akan ada yang tahu seberapa tangguhnya dirimu dalam menghadapi masalah, kalau bukan dirimu sendiri yang mencobanya..

Aku menyadari bahwa ketakutanku saat itu telah mengubah diriku secara perlahan. Mengkompronikan hal yang tak seharusnya aku biarkan. Menjadikannya biasa karena aku telah terbiasa.

Ahh, malu jika aku ingat masa itu.
Lebih tepatnya menyedihkan.
Karena ketakutanku lebih besar kepada makhluk-Mu daripada Engkau ya Rabb.
Aku meragukan pertolongan-Mu padaku.

Tetapi, ketika aku menyadari bahwa aku telah membiarkan kesalahan yang berkepanjangan. Diam bukanlah pilihan. Aku perlu bergerak... bertindak. Menguatkan keyakinan dan keberanianku. Siap dengan konsekuensi atas pilihan yang aku ambil.
Kala itu aku yakinkan diriku bahwa ada Dia yang menolongku. Semua yang aku lakukan hanyalah untuk menggapai ridhoNya semata. Dari keyakinanku itulah aku berhasil mungubah rasa takut dalam diriku menjadi sebuah keberanian.

Mungkin bisa saja aku memilih mundur tanpa perlu mencobanya. Tapi tidak aku lakukan. Aku memilih untuk terus maju. Meskipun aku sadar, rasa takut ini masih dengan setianya bergelantung dalam hatiku. Mendorongku untuk menyerah. Tapi tidak... aku harus yakin... memilih sebuah pilihan harus dengan berani. Aku berharap, tidak hanya aku yang menginginkan perubahan baik ini. Sesungguhnya Allah Swt menyeru kita untuk berfastabiqul khoirot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. 

Nah, ketika kita telah menetapkan sebuah pilihan dan menjalankannya. Maka sebuah proses akan menuntun kita pada sebuah hasil. Kini, aku sedang berproses. Meski awalnya rasa takut kian hilang timbul dalam hati karena tak semanis yang diharapkan. Tapi yakinlah bahwa semua ini hanyalah pengantar sebuah  perubahan. Dan yakinlah bahwa kebaikan akan menularkan kebaikan pula. Kalaupun pilihanku untuk maju ini tidak diterima dengan baik maka, aku siap mundur. Mundur dalam arti kata positif. Bukan sesuatu yang lemah ataupun terpuruk. Aku mundur, untuk memilih jalan lain yang Dia pilihkan untukku.


Bagaimana nantinya... senyumin ajaa :)



Berhenti untuk Tidak Peduli

Sebagai seorang manusia, kita sering kali terlena oleh nikmatnya dunia. Hingga kita lupa ‘untuk apa kita diciptakan’ di dunia ini.

Ingatlah akan  firman Allah Swt dalam QS. Adz-Dzariyaat: 56
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Sungguh aku tersadar, bahwa tujuan Allah Swt menciptakan kita tidak lain adalah untuk beridadah kepada-Nya. Namun, mengapa kita masih saja lalai akan perintah-Nya?

Aku jadi teringat sebuah kutipan seseorang yang menarik perhatianku,
“... Karna banyak yang orang Islam hanya mengikuti rutinitas saja (tidur, kerja, makan, liburan tanpa adanya rasa ghirah berjuang untuk agama ini)”

Sadarkah, semakin lama rasa kepedulian kita kian sirna. Kita terlalu sombong dengan kehebatan diri sendiri, hingga lupa pada Sang pencipta juga pada saudara-saudara muslim di sekeliling kita. Lupa, bahwa kita sebagai seorang muslim sepatutnya berjuang bersama untuk agama ini. Mungkin, kita terlalu asyik menikmati hari tanpa menghadirkan Dia dan mungkin kita terlalu “masa bodo” dengan kondisi umat muslim di sekitar kita, hingga bersikap acuh pada agama ini. Atau mungkin kita sendiripun tidak paham dengan agama ini hingga membuat diri mudah dibodohi.

Wahai diri dan saudariku...
Jangan biarkan hati kita tergoyahkan oleh hawa nafsu belaka, yang hanya mematikan rasa kepedulian kita.
Jangan biarkan pikiran kita tercemari oleh pemikiran kaum idealis yang hanya meruntuhkan iman islam kita.
Dan jangan biarkan diri kita terbuai oleh nikmatnya dunia, yang hanya melemahkan keistiqomahan kita memperjuangkan agama ini.

Wahai diri dan saudariku...
Kuatkanlah iman islam mu. Istiqomahlah di jalan dakwah ini.
Berhentilah untuk tidak peduli. Karena sungguh, rasa ketidakpedulian akan memutus ukhuwah...
Jangan biarkan diantara kita ada yang berhenti dan keluar dari lingkaran ukhuwah ini. Karna sungguh, sendiri akan membuat dirimu ataupun aku menjadi lemah.

Ketahuilah, dengan jamaah Islam akan bersatu, satu pemahaman, satu tujuan, satu kekuatan besar yang kelak akan mampu melawan kebathilan dan kejahiliyahan yang melanda negeri ini.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Hendaklah kamu berada dalam jamaah kerana sesungguhnya berjemaah itu rahmat sedang perpecahan itu adalah azab. “

Yuk, bersama-sama kita tingkatkan rasa kepedulian kita untuk menegakkan kejayaan Islam.... karna dengan bersatu kita menjadi utuh...

Semoga bermanfaat~

No, Galau!

Malem minggu??? Galau??? Jangan deh yaa...
Mungkin ada diantara kita yang sedang gelisah, galau dan merana. (Udah kaya judul lagu ya...hehehe). Entah meratapi tentang tugas, kerjaan, keuangan, keluarga, atau mungkin jodoh. Mojok di kamar sambil dengerin lagu melow atau nonton drama korea yang super melankolis. Waaah, tambah bikin baper tuh ya.

"Masalah itu jangan diratapi tapi dihadapi"

Emang sih pada kenyataannya sulit dilakukan, nggak semudah diucapkan. Tapi nggak ada salahnya kan dicoba, diniatkan dengan tekad yang kuat. Yakin bisa, pasti bisa, harus bisa.

Ingatlah firman Allah Swt dalam QS. Al-Insyiroh ayat 5-6 yang artinya,
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Jadi, jangan terus meratapi masalah, apalagi sampai bersu'udzon sama Allah Swt. Yakinlah, Allah Swt itu Maha Mengetahui yang terbaik buat hambanya, buat kita. Adukanlah segalanya hanya padaNya. Yakinlah akan kuasaNya Yang Maha Agung.

Nah, supaya nggak galau-galau lagi caranya cuma satu. Perbanyak berzikir (mengingat) Allah Swt. Ingatlah firman Allah Swt dalam QS. Ar-Rad'u ayat 28 yang artinya, "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”

Dan ketahuilah, Dzikir terbaik adalah dengan membaca Al-Qur'an.

NO, GALAU!
Setiap kali ada sinyal-sinyal galau melanda di diri kita atau bahkan temen kita. Ingatlah firman Allah Swt dalam QS. At- Taubah ayat 40, "La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana" yang artinya “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita”

Semoga bermanfaat~


Dakwah

"Ketika kita memberikan sesuatu tanpa syarat, sesuatu yang sangat berharga akan kembali pada kita"

-Kutipan kalimat seseorang yang menarik perhatianku.

Mengapa menarik perhatianku?
Karena, ketika membaca kalimat itu, satu kata yang terlintas dalam benakku adalah "dakwah".

Mungkin banyak diantara kita yang menyepelekan dakwah. Padahal, dakwah merupakan salah satu ciri yang hakiki bagi siapa saja yang mengaku mengikuti Nabi Saw.
 Ingatlah firman Allah Swt,“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik” (QS. Yusuf : 108).

Jadi, sudah sepatutnya kita berdakwah. Dimanapun, kapanpun, kepada siapapun, dengan cara yang baik, dan tanpa syarat apapun. InshaAllah, sesuatu yang berharga akan kembali pada kita.

Karena orang-orang yang berdakwah kepada Allah, mereka adalah golongan yang memperoleh kemenangan dan keberuntungan dihari ketika manusia berkumpul dalam keadaan ada yang bahagia dan ada yang sedih. Ingatlah firman Allah Swt, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr :1-3).

Dan ketahuilah, bahwa salah satu amalan yang tidak akan putus pahalanya dan memberi manfaat hingga hari kiamat kelak adalah "ilmu yang bermanfaat". Ilmu yang kita sebarkan untuk menyeru kepada Allah. 
Jika manusia mati terputuslah darinya amalnya kecuali tiga hal : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim). 

"Ketika kita berdakwah tanpa syarat. Sesuatu yang berharga akan kembali pada kita"

Semoga bermanfaat~

Sakitmu adalah Cinta

Menurut KBBI, arti dari kata 'sakit' itu adalah rasa tidak nyaman di dalam tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu (demam, sakit perut dan sebagainya).

Pernahkah kamu merasa sakit?
Aku yakin, selayaknya manusia biasa kita pasti pernah merasakan sakit.
Tahukah kamu ? sakitmu adalah cinta... ya, cinta.
Karena sesungguhnya, ketika Allah Swt menakdirkan kita rasa sakit, pasti ada hikmah dibalik itu semua. Jadi tidak sepatutnya kita mengeluh, menggerutu, apalagi sampai su'udzon sama Allah Swt. Na'udzu billah...

Rasulullah Saw, pernah bersabda : "Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka".
(HR. Tirmidzi dan Baihaqi)

Jangan kita berpikir, ketika Allah menguji kita atau memberikan cobaan kepada kita, karena Allah Swt membenci kita, tidak sayang sama kita. STOP, berpikir jelek kaya gitu. Justru, Allah Swt sesungguhnya mencintai kita. Ingatlah sabda Rasulullah Saw : "Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunnya." (HR. Muslim)

Betapa besar rasa cinta yang Allah berikan kepada hambanya, kepada kita. Cinta dari Sang Ilahi agar hambaNya tidak mendapatkan azab di akhirat, maka Dia membersihkan segala noda dan dosanya di dunia. Ma syaa Allah...

Selain itu, Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah berpendapat bahwa sakit, khususnya demam sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena, menurutnya orang yang sakit demam akan meninggalkan makanan yang buruk dan kemudian beralih kepada makanan yang baik-baik. Ia pun akan mengkonsumsi obat-obatan yang bermanfaat bagi tubuh. Hal ini tentu akan membantu proses pembersihan tubuh dari segala macam kotoran dan kelebihan yang tidak berguna. Sehingga prosesnya mirip seperti api terhadap besi yang berfungsi menghilangkan karat dari inti besi.

Lalu, bagaimana kita menyikapi rasa sakit ini?
Bersabarlah dan ridha terhadap sakit yang menimpa kita.
Seperti firman Allah Swt, dalam QS. Az-Zumar ayat 10, yang artinya "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"

Semoga bermanfaat,-





Serdadu Cilik Penghafal Al-Qur’an


Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Kau memiliki impian yang tak dimiliki kebanyakan orang
Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lanjut usia
Impianmu sungguh mulia, untuk bisa menghafal Al-Qur’an

Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Langkahmu pasti tuk menuju impian
Keterbatasanmu tak menjadi hambatan
Selalu  menerima tantangan dengan senyuman dan penuh keyakinan

Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Diusiamu yang masih dini, daya ingatmu sungguh menakjubkan
Semangat membaramu telah membakar jiwaku yang rentan
Sungguh, kau adalah anak kebanggaan

Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Tubuh mungilmu tak membuatmu lemah menghafal Al-Qur’an
Suaramu begitu Lantang melafazdkan ayat-ayat suci Al-Qur’an
Menggetarkan tubuh ini, menggugurkan rasa kesombongan diri

Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Iramamu begitu indah dalam melafadzkan ayat Al-Qur’an
Meluruhkan hati ini, dari kerasnya hati yang tersembunyi
Meneteskan air mata, haru yang tak terhindari

Serdadu cilik penghafal Al-Qur’an…
Kau adalah penegak kejayaan Islam
Kau adalah cahaya di tengah zaman kegelapan


25 Juli 2014

**TIDUR**


Hendaklah kita cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah SAW tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam. 
Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. 
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memulai tidur dalam posisi miring ke arah kanan. Hm, kenapa tidur harus miring ke arah kenan dan bukan ke kiri? Jawaban tepatnya hanya Allah SWT dan Rasul-Nya yang mengetahui. Namun demikian, rupanya alasan-alasannya dapat dihubungkan dengan ilmu pengetahuan lho! Nah, berdasarkan tinjauan anatomi dan fisiologi, manfaat tidur dengan posisi miring ke arah kanan adalah sebagai berikut. Check it out!

1. Mengistirahatkan Otak Sebelah Kiri
Secara anatomi, otak manusia terbagi menjadi 2, yaitu otak kanan dan otak kiri. Bagian kanan adalah otak kanan yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya, umat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas, seperti makan, minum, menulis, memegang sesuatu, dan sebagainya. Dengan tidur dengan posisi miring ke arah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur (diam). Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang berisiko terkena stroke, maka yang berisiko adalah otak bagian kanan dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi Beban Jantung
Posisi tidur ke sebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung akan lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah pun akan cenderung menurun. Kondisi semacam ini akan membantu meningkatkan kualitas tidur.
3. Mengistirahatkan Lambung
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Jika seseorang tidur ke sebelah kiri, maka proses pengeluaran chyme (makanan yang telah dicerna lambung) menjadi sedikit terganggu. Hal ini akan menghambat proses pengosongan lambung. Tetapi untuk menetralkan semua, maka Rasulullah kadang tidur kea rah kiri untuk sebentar saja.
4. Mengistirahatkan Pengosongan Kandung Empedu dan Pankreas
Adanya aliran chyme yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat. Hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pankreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.
5. Meningkatkan Waktu Penyerapan Zat Gizi
Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi miring ke kanan, makan perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap diserap akan menjadi lebih lama. Hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada di bawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan dapat optimal.
6. Merangsang Buang Air Besar
Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, maka akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.
7. Mengistirahatkan Kaki Kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri cenderung lebih merasa pegal daripada kaki kanan. Apalagi kaki berada pada posisi bawah yang aliran darah baliknya cenderung rendah atau lambat. Jika tidur miring ke kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

Nah, Subhanallah sekali ya, rahasia sunnah Rasulullah? Ternyata memang hampir semua yang beliau kerjakan, tak hanya berupa ibadah saja, bahkan akan berdampak baik untuk kesehatan. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.

Adab/Tata Cara Makan dan Minum Menurut Islam

Banyak hal yang sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adab/tata cara makan dan minum menurut Islam. Apalagi, di zaman modern saat ini. Sering kita jumpai tidak tersedianya bangku yang cukup untuk makan ketika menghadiri suatu acara di gedung mewah. Kemudian, iklan minuman di tv yang sering kali memperlihatkan cara minum yang salah “berdiri, dan menggunakan tangan kiri”, sangat disayangkan sekali bila anak-anak yang melihatnya, dan malah akan menirunya. Selain itu, banyak orang tua yang menyuapi anaknya makan, ketika anak itu sedang main lari-larian. Banyak hal kecil yang terlupakan dan ditinggalkan. Padahal, dari hal kecil itulah hal besar bisa kita lakukan.
 
Nah, untuk itu marilah kita tetap menjaga akhlak dengan meneladani Rasul dalam urusan makan dan minum sekaligus mendapatkan pahalanya, berikut diuraikan tata cara dan budaya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut:
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih/lemak (karena tidak dicuci) dan ketika bangun pagi ia menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
2. Tidak mencela makanan yang tidak disukai.
Abu Hurairah ra. berkata : “Rasulullah SAW tidak pernah sedikit pun mencela makanan. Bila beliau berselera, beliau memakannya. Dan jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari Muslim)
Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada keluarganya (istrinya) tentang lauk pauk. Mereka menjawab : “Kami hanya punya cuka”. Lalu beliau memintanya dan makan dengannya, seraya bersabda : “Sebaik-baik lauk pauk ialah cuka (al-khall), sebaik-baik lauk pauk adalah (yang mengandung) cuka.” (HR. Muslim)
Penelitian Dr. Masaru Emoto dari Jepang dalam bukunya ’The True Power of Water’ menemukan bahwa unsur air ternyata hidup. Air mampu merespon stimulus dari manusia berupa lisan maupun tulisan.
Ketika diucapkan kalimat yang baik atau ditempelkan tulisan dengan kalimat positif, maka air tersebut akan membentuk struktur kristal yang indah dan bisa memiliki daya sembuh untuk berbagai penyakit.
Sebaliknya, jika diucapkan maupun ditempelkan kalimat umpatan, celaan atau kalimat negatif lainnya, maka air tersebut akan membentuk struktur kristal yang jelek dan bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan.
3. Diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT.
yaitu dengan makan diharapkan kebutuhan biologis akan makanan terpenuhi, yang nantinya akan diolah oleh tubuh menjadi energi, dan dengan energi tubuh yang dihasilkan dari makanan dan minuman tersebut kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dengan niat ibadah itu berarti kita bisa mengurangi semangat nafsu kebinatangan dan membawa pada sikap totalitas kerelaan terhadap rezeki yang diberikan Allah kepada kita (qana’ah). Hal ini sesuai dengan hadist Nabi saw.
“Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan bagi setip orang adalah apa yang diniatkannya”. (HR. Bukhori).
4. Membaca Basmalah dan Hamdalah.
Memulainya dengan membaca “basmalah” serta doa. Hal ini merupakan manifestasi ibadah dalam bentuk yang paling minimal.
Sebab bila tidak menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya.
Lantas apa bedanya dengan orang kafir? Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan:
Dan dari Jabir berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang masuk dalam rumahnya dengan mengucapkan “bismillah” ketika masuk dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada temannya: ‘tiada tempat tinggal dan tiada bagian makanan bagimu disini’. Sedangkan bila orang itu masuk tanpa menyebut nama Allah, maka setan akan berkata:’Kamu dapat bermalamdi rumah ini’. Kemudian jika waktu makan tidak menyebut nama Allah, setanpun berkata: ‘kamu dapat bermalam dan makan disini’.” (HR.Muslim).
Rasulullah SAW bersabda : “Jika seseorang di antara kamu hendak makan, maka sebutlah nama Allah SWT. Dan jika ia lupa menyebut nama-Nya pada awalnya, maka bacalah, ’Bismillahi awwalahu wa akhirahu’ (Dengan menyebut nama Allah SWT pada awalnya dan pada akhirnya).”(HR. Abu Dawud)
Jika lupa di awal makan, maka ucapkanlah segera saat teringat.
Rasulullah SAW telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah r.a, sebagai berikut: “Bila salah seorang diantara kamu hendak makan maka ucapkanlah “bismillah”, namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah ‘bismillahi awwaluhu wa akhiruhu’(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi)
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW tersenyum, beliau menjelaskan ketika seorang Muslim tidak membaca Basmalah sebelum makan, maka syaitan akan ikut makan dengannya. Namun, ketika Muslim tersebut teringat dan menyebut nama Allah SWT, maka syaitan pun langsung memuntahkan makanan yang sudah dimakannya.
Rasulullah SAW juga bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT meridhai seorang hamba yang ketika makan suatu makanan lalu dia mengucapkan Alhamdulillah. Dan apabila dia minum suatu minuman maka dia pun mengucapkan Alhamdulillah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)
5. Makan dengan tangan kanan.
Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda,“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022).
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019)
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020)
Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan, maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594).
6. Memakan makanan yang terdekat dahulu.
Umar bin Abi Salamah ra. bercerita : “Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah SAW dan kedua tanganku seringkali mengacak-acak piring-piring. Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ’Nak, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan baik yang terdekat.” (HR. Bukhari)
Dalam hadis lain juga dikatakan, “Sesungguhnya termasuk pemborosan (perbuatan yang berlebihan dan dimurkai Allah) bila kamu makan apa saja yang kamu (bernafsu) ingin memakannya”. (HR. Ibnu Majah)
7. Tenang, perlahan dan tidak terburu buru.
Janganbersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar.
Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah ‘bismillah’ jika kalian minum dan ‘alhamdulillah’ jika kalian selesai minum”. (HR. Turmidzi).
Dalam hadis lain disebutkan: “Dari Abi Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang bernafas dalam air minumannya “.(HR.Muttafaqun ALaihi)
8. Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Dari Mikdam bin Ma’dikarib ra. menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
9. Mengambil makanan dan minuman secukupnya.
sehingga bisa dihabiskan tanpa sisa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.Artinya :
Dari Jabir katanya, Rosululloh saw. menyuruh membersihkan sisa makanan yang di samping piring maupun yang di jari, seraya bersabda : “Sesungguhnya kalian tidak mengetahui dibagian manakah makananmu yang mengandung berkah”. (HR. Muslim).
10. Makan Sambil duduk, dan tidak berdiri.
Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah melarang orang minum sambil berdiri”. Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri) lebih busuk dan jahat”. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi)
 “kalau bukan sekarang, kapan kebiasaan baik itu dimulai?”
Semoga bermanfaat_


Yuk berhijab..


            Pengalaman menarikku tentang berkerudung itu ketika aku  baru pertama kali menggunakan kerudung, saat itu orang-orang di sekelilingku memberi ucapan selamat dan mendoakanku agar senatiasa bisa berhijab dengan baik dan terutama mempertahankan hijabku agar keyakinanku itu tidak berubah atau bisa dibilang tidak copot kerudung. Ketika itulah aku benar-benar merasa senang dan diperlakukan layaknya orang yang sedang berulang tahun, yang diberi ucapan selamat, doa, dan hadiah. Hehehe…
Awalnya, aku masih ragu untu berkerudung karena baju  lengan panjang, rok, dan kerudungku hanya sedikit bahkan  gamis tidak ada. Tetapi, setelah aku berkerudung atas rezeki dari-Mu, kini  kerudung, baju, gamis, dan rokku  semakin bertambah dengan berbagai model dan warna. Alhamdulillah.. 

            Hal  yang membuatku memutuskan untuk berkerudung yaitu, ketika aku membaca sebuah buku, dan disitu tertulis: Aurat bagi muslimah adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Rasulullah saw. Bersabda, “Asma, sesungguhnya perempuan itu, jika telah baligh, tidak pantas untuk ditampakkan dari tubuhnya kecuali ini dan ini (sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya).” Akupun langsung termenung membacanya, aku ini  seorang perempuan dan telah baligh, sudah seharusnya untuk menutuk aurat. Hatiku masih ada keraguan untuk berkerudung, tetapi selah membaca sabda Rasulullah  saw  yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, yaitu “Sesungguhnya wanita yang berpakaian tetapi telanjang, mengajak wanita lain untuk mengikutinya dan mengundang laki-laki untuk berbuat jahat. (Para wanita jenis ini) tidak akan masuk surga.”  Aku benar-benar tersentil membacanya, hatiku bergetar karena takut tidak masuk surga, karena tempat kembali manusia, kan, Cuma dua. Kalau enggak ke surga, berarti ke neraka. Na’udzubillahi min dzalik..

            Saat pertama kali menggunakan kerudung, aku  masih merasa jengah dan tidak biasa. Terkadang saat hendak ke warung, aku lupa untuk memakai kerudung. Sudah  di depan pintu gerbang, baru tersadar dan cepat-cepat memakainya. Setelah menggunakan kerudung aku juga merasa nyaman, karena  dengan berkerudung aku memiliki identitas yang jelas dan terang sebagai seorang muslimah. Aku juga merasa diperlakukan lebih baik oleh orang-orang, Baik perempuan maupun laki-laki. Ketika seorang perempuan yang tidak berkerudung dan mengumbar auratnya berjalan di tempat umum, mereka akan dipandang sinis oleh masyarakat, umumnya perempuan. Tidak jarang, mereka juga akan dipandang yang melecehkan dari para pria jahil dan di sapa “hai cewek, kamu seksi banget deh”, suatu  kalimat yang tidak enak didengar. Berbeda dengan kita yang berkerudung, kita akan lebih dihormati keberadaannya, kalaupun disapa pria jahil, mereka akan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum”, yang berarti semoga Allah memberi keselamatan padamu.
            Selain itu, aku juga sempat merasa takut ketika memutuskan untuk berkerudung. Utamanya, aku sangat takut tidak bisa konsisten  memakai kerudung. Maksudnya memakai kerudung kalo cuma ke sekolah aja, setelah itu dilepas. Astaghfirullahal’adzim. Saking takutnya, aku pernah bermimpi buruk, di dalam mimpi itu aku ke sekolah dan lupa memakai kerudung.. Ketika aku tersadar itu hanya mimpi, aku segera sholat malam dan memohon doa kepada-Nya, semoga itu tidak akan  pernah terjadi.. Untukku  itu benar-benar mimpi terburuk. Aku juga takut setelah aku berkerudung aku tidak  bisa menjaga sikap, hati dan pandangan. Berdasarkan  Q.S. An Nuur .31 yang artinya”Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya.”
 Allah SWT memang telah memfitrahkan sebuah naluri kepada pria dan wanita sehingga keduanya bisa saling tertarik dan jatuh hati. Tapi, itu engga bisa dijadikan alasan buat kita untuk bablas aturan. Hal itu tidak hanya terjadi bagi mereka yang tidak berkerudung, untuk kita yang berkerudung juga sering dilema masalah hati, sulit menjaga hati dan pandangan. Itulah yang membuatku takut, karena aku  ingin setelah memutuskan untuk berkerudung aku bisa benar-benar berhijab, tidak hanya hijab diri tetapi hijab cinta juga sangat penting. InsyaAllah..
Saat aku memutuskan untuk berkerudung, ketika lulus SMP, orang tua, saudara, serta sahabat-sahabatku sangat mendukung. Mereka merasa bangga denganku karena bisa mengambil keputusan yang tidak mudah. Banyak yang bilang, dengan aku  memakai kerudung, aku terlihat lebih cantik. Hehehe, jadi kepedean. Namun ada juga yang bingung dan bertanya-tanya kepadaku, “kenapa mau kerudungan? Bukannya lu suka ngoleksi kunciran, jepitan,dll. Terus mau dikemanain tuh?”. Aku hanya tersenyum dan menjawab, “ kita kan udah baligh, udah diwajibkan  menutup aurat. Walaupun berkerudung, tapi kan rambut tetep dikuncir. Walau  ngga  keliatan. Hehehe,” Hmm, sebelum aku berkerudung aku memang senang mengoleksi accesoris rambut, beragam bentuk dan warna. Selain itu ada juga yang berkata, “gue mah ngga mau pake kerudung,abis kalo pake kerudung itu udah kaya ibu-ibu pengajian aja, kaya orang tua”, hadeeh, ko ada orang yang berfikir seperti itu. Terus ada yang Tanya, “kamu  ngga gerah ya, udah pake baju tebel terus pake kerudungan ?”, lagi-lagi aku tersenyum dan menjawab,” hmm, sedikit gerah juga sih. Tapi tetap nyaman kok. Aku lebih gerah kalo dengan memakai pakaian tipis/transparan diliatin orang banyak.  Lagipula, kalo dibandingkan dengan panasnya api neraka. Jauh banget bedanya,”
Banyak dari mereka yang ragu untuk berkerudung karena alasan belum siap. Padahal ya ukh,.  ber-hijab adalah kewajiban dari Allah, maka tidak dibenarkan seorang wanita muslimah menyatakan dirinya tidak mantap atau belum siap ber-hijab. Karena sikap ini berarti mengambil sebagian perintah Allah  dan mencampakkan yang lainnya. Padahal Allah  berfirman yang artinya : ‘Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata [Qs.Al-Ahzab: 36
Ada juga yang mempunyai pemikiran bahwa kalau kita berkerudung nantinya kita akan sulit dapet pekerjaan. Saudariku  yang dirahmati Allah, menurutku  itu tidaklah benar, semua itu tergantung keahlian kita dan tentunya semuanya hanyalah Allah SWT Yang Maha Mengetahui yang menentukan. Tidak jarang, secara terang-terangan mereka menyatakan tidak ingin berkerudung karena tidak ingin menutupi kulitnya yang putih, rambutnya yang hitam  nan indah. Padahal ya ukh, kalau kalian tetap membiarkan aurat kalian  di pandang oleh kaum Adam yang bukan muhrim, hal itu juga bisa mendatangkan bahaya buat kalian loh. Jangan  jual murah tubuh kita. Kita ingin keberadaan kita dihargai dan dihormati, kan? So, jangan paksa orang lain memulainya, kalau kita sendiri belum melakukannya.
Awalnya mungkin sulit buat kita untuk memakai kerudung. Terasa jengah, enggak biasa, gitu. Tapi, kalau enggak dimulai dari sekarang kapan proses pembiasaan itu akan berjalan? Kita pastinya engga ingin dimasukkan ke dalam kategori cewek yang berpakaian tapi tidak berpakaian kan? Semua perempuan itu akan berkerudung, jika tidak sekarang semasa hidup, nanti saat kita meninggal kita akan dikerudungin dengan kain kafan. Ayo pilih mana? Memakai kerudung sendiri saat masih bernyawa atau dipakaikan saat kita telah tiada?