Latest from my journal

Guruku


Guruku,
Laksana mentari pagi menyinariku
Hangat menyapa dalam ketidaktahuanku
Menghadirkan rasa juga asaku

Guruku,
Hadirmu memberi bahagia untukku
Bahkan pelangipun ikut tersenyum melihatmu
Lembut menatap hari, mengiringi langkah setiamu

Guruku,
Lelahmu tak pernah kau rasa
Membangkitkan semangat yang keras bagai baja
Bukti pengabdianmu pada bangsa

Guruku,
Suaramu masih saja lantang ku dengar
Meski ku lihat, wajahmu tampak pucat membeku
Namun, kau relakan dirimu demi mengajarkanku

Guruku,
Denting waktu terus berlalu ditelan masa
Namun ilmu yang kau berikan tak akan pernah sirna
Tak pula pudar walau badai menerjang

Guruku,
Sejatinya kau hadir atas kuasa-Nya
Memilihmu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa
Karna pengabdianmu tak terlihat nyata namun bernilai ibadah

Guruku,
Salam beriring doa tercurah untukmu
Akan pinta yang tulus dariku untukmu
Sebuah keberkahan juga kebahagiaanmu

Guruku,
Terimakasih untuk semua ilmu yang kau berikan
Karenamu, lahirlah bintang kelas dunia
Karenamu, aku terjaga dari kebodohan yang menyesatkan

















Senja Kala Itu

Senja kala itu, aku membisu
Ragaku tegak berdiri namun, rapuh
Pikirku berkelabut tentang dirimu
Memandang asa yang kian menjauh
Karena bayangmu tak lagi satu

Senja kala itu, aku terenyuh
Melepas rasa yang kian tumbuh
Bersama hembusan angin, ku biarkan ia luruh
Kendaliku agar tak lagi jatuh
Upayaku agar tak lagi sesak merindu









Berhenti untuk Tidak Peduli

Sebagai seorang manusia, kita sering kali terlena oleh nikmatnya dunia. Hingga kita lupa ‘untuk apa kita diciptakan’ di dunia ini.

Ingatlah akan  firman Allah Swt dalam QS. Adz-Dzariyaat: 56
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Sungguh aku tersadar, bahwa tujuan Allah Swt menciptakan kita tidak lain adalah untuk beridadah kepada-Nya. Namun, mengapa kita masih saja lalai akan perintah-Nya?

Aku jadi teringat sebuah kutipan seseorang yang menarik perhatianku,
“... Karna banyak yang orang Islam hanya mengikuti rutinitas saja (tidur, kerja, makan, liburan tanpa adanya rasa ghirah berjuang untuk agama ini)”

Sadarkah, semakin lama rasa kepedulian kita kian sirna. Kita terlalu sombong dengan kehebatan diri sendiri, hingga lupa pada Sang pencipta juga pada saudara-saudara muslim di sekeliling kita. Lupa, bahwa kita sebagai seorang muslim sepatutnya berjuang bersama untuk agama ini. Mungkin, kita terlalu asyik menikmati hari tanpa menghadirkan Dia dan mungkin kita terlalu “masa bodo” dengan kondisi umat muslim di sekitar kita, hingga bersikap acuh pada agama ini. Atau mungkin kita sendiripun tidak paham dengan agama ini hingga membuat diri mudah dibodohi.

Wahai diri dan saudariku...
Jangan biarkan hati kita tergoyahkan oleh hawa nafsu belaka, yang hanya mematikan rasa kepedulian kita.
Jangan biarkan pikiran kita tercemari oleh pemikiran kaum idealis yang hanya meruntuhkan iman islam kita.
Dan jangan biarkan diri kita terbuai oleh nikmatnya dunia, yang hanya melemahkan keistiqomahan kita memperjuangkan agama ini.

Wahai diri dan saudariku...
Kuatkanlah iman islam mu. Istiqomahlah di jalan dakwah ini.
Berhentilah untuk tidak peduli. Karena sungguh, rasa ketidakpedulian akan memutus ukhuwah...
Jangan biarkan diantara kita ada yang berhenti dan keluar dari lingkaran ukhuwah ini. Karna sungguh, sendiri akan membuat dirimu ataupun aku menjadi lemah.

Ketahuilah, dengan jamaah Islam akan bersatu, satu pemahaman, satu tujuan, satu kekuatan besar yang kelak akan mampu melawan kebathilan dan kejahiliyahan yang melanda negeri ini.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Hendaklah kamu berada dalam jamaah kerana sesungguhnya berjemaah itu rahmat sedang perpecahan itu adalah azab. “

Yuk, bersama-sama kita tingkatkan rasa kepedulian kita untuk menegakkan kejayaan Islam.... karna dengan bersatu kita menjadi utuh...

Semoga bermanfaat~

Belajar Masak Season 2

TUMIS CUMI PEDAS ASIN

BAHAN-BAHAN
Cumi asin 1 ons
Bawang Merah 3 siung
Bawaang Putih 3 siung
Jahe seujung 1/2 ruas jari
Daun Salam 3 lembar
Sere 1 buah
Tomat ½ buah
Cabe ijo 3 buah
Cabe rawit merah sesuai selera
Saus tiram secukupnya
Gula secukupnya

CARA MEMASAK
1. Cuci bersih cumi dan bahan-bahan.
2. Iris bawang merah, bawang putih, jahe, cabe ijo dan cabe rawit merah  tipis.
3. Potong tomat menjadi 4 bagian.
4. Keprek sere
5. Tuang minyak goreng ke dalam wajan secukupnya. Goreng cumi hingga matang, kemudian angkat
6. Tumis bawang merah, bawang putih dan jahe hingga matang.
7. Masukkan saus tiram dan gula secukupnya
8. Masukkan cabe ijo, cabe rawit merah, tomat, daun sere dan sere. Aduk.
9. Masukkan air. Aduk dan tunggu hingga air berkurang.
10. Masukkan cumi yang telah digoreng.
11. Aduk hingga rata, tunggu 3 menit, angkat dan sajikan.


SAYUR SOP BASO

BAHAN-BAHAN
Kentang 1 buah
Wortel 2 buah
Kol 1/3 buah
Buncis 1 ikat
Daun Bawang 1 lembar
Daun Seledri secukupnya
Baso 6 buah ( sesuai selera)

BUMBU :
Garam secukupnya
Lada secukupnya
Bawang Merah 5 siung
Bawaang Putih 2 siung
Jahe seujung ¼ ruas jari
Daun Salam 2 lembar

CARA MEMASAK
1. Buat bumbu : Haluskan garam dan lada, kemudian masukkan bawang merah 2 siung dan bawang putih 2 siung serta jahe. Haluskan hingga rata.
2. Iris 3 siung bawang merah tipis untuk bawang goreng dan daun seledri.
3. Didihkan air secukupnya, kemudian masukan bumbu yang telah dihaluskan. Aduk dan diamkan kurang lebih 5 menit.
4. Masukkan sayuran (kentang, wortel, buncis) yang sudah dipotong-potong. Tunggu hingga matang.
5. Masukkan baso yang sudah dipotong-potong.
6. Cicipi kuah sop. Jika sudah pas. Matikan kompor.
7. Taburi daun seledri yang telas diiris serta taburi bawang goreng.
8. Sayur Sop Baso sudah siap disajikan.