"La Takhaf Wa La Tahzan, Innallaha Ma'ana.
Sebuah masalah bukanlah untuk dihindari tetapi dihadapi. Memang pada kenyataannya berkata lebih mudah dari bertindak. Tapi tidak akan ada yang tahu seberapa tangguhnya dirimu dalam menghadapi masalah, kalau bukan dirimu sendiri yang mencobanya..
Aku menyadari bahwa ketakutanku saat itu telah mengubah diriku secara perlahan. Mengkompronikan hal yang tak seharusnya aku biarkan. Menjadikannya biasa karena aku telah terbiasa.
Ahh, malu jika aku ingat masa itu.
Lebih tepatnya menyedihkan.
Karena ketakutanku lebih besar kepada makhluk-Mu daripada Engkau ya Rabb.
Aku meragukan pertolongan-Mu padaku.
Tetapi, ketika aku menyadari bahwa aku telah membiarkan kesalahan yang berkepanjangan. Diam bukanlah pilihan. Aku perlu bergerak... bertindak. Menguatkan keyakinan dan keberanianku. Siap dengan konsekuensi atas pilihan yang aku ambil.
Kala itu aku yakinkan diriku bahwa ada Dia yang menolongku. Semua yang aku lakukan hanyalah untuk menggapai ridhoNya semata. Dari keyakinanku itulah aku berhasil mungubah rasa takut dalam diriku menjadi sebuah keberanian.
Mungkin bisa saja aku memilih mundur tanpa perlu mencobanya. Tapi tidak aku lakukan. Aku memilih untuk terus maju. Meskipun aku sadar, rasa takut ini masih dengan setianya bergelantung dalam hatiku. Mendorongku untuk menyerah. Tapi tidak... aku harus yakin... memilih sebuah pilihan harus dengan berani. Aku berharap, tidak hanya aku yang menginginkan perubahan baik ini. Sesungguhnya Allah Swt menyeru kita untuk berfastabiqul khoirot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan.

